Limbah Uang Kertas Jadi Energi Hijau: PLN Nusantara Power UP Bukit Asam dan Bank Indonesia Bengkulu Kolaborasi Co-Firing
Faktamuaraenim.com – PLN Nusantara Power UP Bukit Asam bersama Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu memperluas pemanfaatan limbah uang kertas untuk pencampuran energi primer (co-firing) di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Kolaborasi PLN Nusantara Power UP Bukit Asam dengan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara PLN Nusantara Power UP Bukit Asam dan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu oleh Wahyu Yuwana Hidayat, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, dengan Manager PLN NP UP Bukit Asam, Fachmi Wibowo.Selasa (24/02/2026).

Manager PLN Nusantara Power UP Bukit Asam, Fachmi Wibowo, menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu. “Kami berterima kasih kepada Bank Indonesia Provinsi Bengkulu yang telah berkolaborasi dalam menyediakan bahan campuran co-firing PLTU. Semangat kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama akan pemenuhan kebutuhan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang bisa segera terwujud,” ujar Fachmi Wibowo.
Ia menjelaskan bahwa co-firing merupakan upaya alternatif pengurangan emisi dengan memanfaatkan EBT. Metode ini adalah salah satu cara mempercepat transisi energi bersih dan mengurangi emisi karbon dalam penggunaan energi fosil. Fachmi Wibowo menyampaikan kebutuhan co-firing di PLN NP UP Bukit Asam masih cukup besar. “Artinya, masih banyak peluang untuk memenuhi kebutuhan PLN NP UP Bukit Asam yang harapannya bisa dikolaborasikan dengan banyak pihak,” katanya.
Untuk meningkatkan penggunaan biomassa, PLN NP UP Bukit Asam tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi dari seluruh stakeholder.
Diah Dewi, Kepala Divisi Kelompok Pengembangan Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia, mengungkapkan bahwa Bank Indonesia berkomitmen sejak pembuatan, peredaran, dan pemusnahan uang memiliki komitmen Go Green. Hal ini dibuktikan dengan penggunaan kertas, tinta, pencetakan, dan sistem keamanan yang memperhatikan lingkungan, sehingga menjadi pilihan tepat BI dapat bekerjasama dengan perusahaan yang sejalan dengan visi untuk menjaga lingkungan, yaitu PLN Nusantara Power UP Bukit Asam.
“Limbah uang kertas yang kami hasilkan memiliki kandungan biomassa yang tinggi dan jika dibakar menghasilkan api yang berwarna biru. Melalui uji kandungan dan komposisi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), limbah uang kertas ini tidak mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), jadi sangat aman,” ungkap Diah Dewi.
Wahyu Yuwana Hidayat, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, menyampaikan bahwa uang rupiah yang beredar di masyarakat dalam kondisi yang layak pakai, sedangkan uang yang tidak layak pakai akan ditarik dan dimusnahkan oleh Bank Indonesia sesuai ketentuan. Dari proses pemusnahan tersebut dihasilkan limbah uang kertas yang harus dikelola secara bertanggung jawab.
“Dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir, limbah uang kertas yang dihasilkan dari proses pemusnahan uang yang dilakukan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu mencapai rata-rata 2,5 ton,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wahyu mengatakan, “Bank Indonesia memandang perlu adanya transformasi dan inovasi dalam pengelolaannya. Melalui kerja sama dengan PLN Nusantara Power UP Bukit Asam, menjadi langkah strategis dan progresif sebagai bentuk komitmen. Tidak hanya penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi juga pengiriman perdana Limbah Uang Kertas (LRUK) sebanyak ±9 ton untuk dimanfaatkan melalui proses pembakaran sebagai bagian dari bahan bakar alternatif di PLN NP UP Bukit Asam.
Sumber : Humas PLN NP UP Bukit Asam.









