Heboh di Muara Enim! 3 Santri Kabur, Diduga Jadi Korban Penganiayaan Senior
Faktamuaraenim.com – Orang tua mana yang tidak geram mendengar anaknya kabur dari asrama setelah diduga mengalami penganiayaan oleh kakak kelasnya sendiri.
Dugaan praktik kekerasan kembali mencuat di lingkungan pendidikan berbasis asrama. Kali ini, tiga santriawan di Pondok Pesantren Salafiyah Assyari’ah, Desa IV Mandi Angin, Tanjung Raja, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, diduga menjadi korban penganiayaan oleh senior mereka.
Berdasarkan keterangan salah satu korban yang dihimpun Fakta Muara Enim, peristiwa bermula saat ketiga santri tersebut dipanggil oleh pelaku ke sebuah ruangan. Situasi kemudian berubah mencekam ketika mereka diduga mengalami tindakan kekerasan fisik.
“Kami dipanggil, lalu ditampar. Baju kami disuruh buka, tangan kami diikat,” ungkap salah satu korban dengan nada trauma. Jum’at, 24/04/26.
Akibat kejadian tersebut, salah satu korban mengalami memar di sejumlah bagian tubuh. Selain luka fisik, ketiganya juga dilaporkan mengalami trauma psikologis pascakejadian.
Kabar ini langsung memicu reaksi keras dari pihak keluarga. Orang tua korban tanpa menunggu lama menghubungi pihak pondok pesantren melalui telepon dan meminta penjelasan langsung kepada pimpinan.
“Kami menitipkan anak untuk dididik, bukan untuk diperlakukan seperti ini. Ini sangat kami sesalkan. Kami menilai ada kelalaian dalam pengawasan,” tegas salah satu orang tua korban.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pondok Pesantren Salafiyah Assyari’ah belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan penganiayaan tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian publik dan kembali menyoroti pentingnya sistem pengawasan yang ketat di lingkungan pendidikan berasrama. Masyarakat mendesak adanya investigasi menyeluruh serta tindakan tegas terhadap pihak yang terlibat, demi menjamin keamanan para santriawan dan santriwati. ( Away).









