Kebun Karet Sulit Panen, Sungai Hande berubah bentuk, Ada Apa Dengan PT RMK!
Faktamuaraenim.com – Lagi, PT PT. RMK Site Gunung Megang beraktifitas dengan mengabaikan aspek kehidupan masyarakat sekitar hal tersebut terungkap saat tinjau lapangan Kebun karet yang terdampak dan terdapat aliran sungai Hande yang berubah bentuk.

Salah seorang warga terdampak, Mukti, mengungkapkan bahwa selama kurang lebih lima tahun terakhir dirinya menghadapi berbagai kesulitan dalam mengelola kebun karet miliknya. saat musim kemarau, debu menjadi salah satu persoalan yang sangat mengganggu aktivitasnya ketika hendak melakukan panen karet. Bahkan, menurutnya, penggunaan dua lapis masker terkadang masih belum mampu menghalau debu yang masuk hingga terasa di tenggorokan.
“Sementara ketika musim hujan tiba, persoalan lain muncul. Kondisi banjir menyebabkan dirinya tidak dapat melakukan aktivitas panen di kebun,” jelas Mukti.
Mukti juga mengungkapkan, dalam kondisi normal, kebun karet seluas satu hektare miliknya biasanya mampu menghasilkan sekitar 100 kilogram karet setiap dua minggu.
“Kondisi yang terjadi saat musim kemarau maupun musim hujan menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya dalam mempertahankan produktivitas kebun. Kita berharap pihak perusahaan dapat memberikan solusi terbaik terhadap persoalan yang dialami masyarakat, termasuk membahas kompensasi yang layak atas dampak dan kerugian yang dirasakan warga,” ungkap Mukti

Keluhan tersebut juga mendapat perhatian dari Pemerintah Desa Gunung Megang Dalam. Kepala Desa Gunung Megang Dalam, Apriadi dalam keterangannya saat diwawancarai di lokasi, mengatakan bahwa pemerintah desa telah berulang kali menyampaikan keluhan masyarakat kepada pihak PT RMK.
“Selaku Pemerintah Desa, Kami telah melayangkan surat secara resmi kepada perusahaan. Namun, menurut Kepala Desa, hingga kini belum ada tindak lanjut yang diharapkan untuk menyelesaikan persoalan yang dikeluhkan masyarakat,” ucap Apriadi atau biasa di sapa Epit.
Apriadi juga menambahkan, selain persoalan lahan pertanian, Pemerintah Desa juga menyoroti perubahan kondisi Sungai Hande yang dinilai cukup signifikan dibandingkan keadaan sebelumnya. dahulu Sungai Ande masih dapat dilalui ketek atau perahu tradisional yang digunakan masyarakat. Namun, kondisi sungai saat ini dinilai sangat memprihatinkan.
“Persoalan ini juga menjadi perhatian karena Sungai Hande bermuara ke Sungai Lengi. Sementara itu, Sungai Lengi merupakan sumber air baku PDAM di wilayah Gunung Megang. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat mengenai keberlanjutan kualitas lingkungan dan sumber air yang dimanfaatkan warga. Karena itu, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh instansi berwenang untuk memastikan kondisi kualitas air serta mengetahui apakah terdapat indikasi pencemaran dan apa penyebabnya,” kata Apriadi.

Sementara itu, Faisal selaku External PT RMK menyampaikan bahwa pihak perusahaan telah menerima dan mengetahui keluhan masyarakat tersebut. Menurutnya, persoalan itu juga telah dibahas di tingkat manajemen perusahaan, namun masih memerlukan pembahasan lebih lanjut.
“Terkait perubahan kondisi Sungai Hande yang dinilai signifikan oleh masyarakat, Faisal mengaku belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. Ia menjelaskan bahwa dirinya baru sekitar satu tahun bekerja di perusahaan tersebut. Ketika pertama kali datang dan mulai bekerja, kondisi sungai sudah seperti saat ini,” ungkap Faisal.
Lanjut lagi Faisal juga mengatakan, mengenai persoalan perizinan maupun administrasi yang berkaitan dengan perubahan kondisi sungai, Faisal menyampaikan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan bagian Legal perusahaan.
“Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai aspek teknis, perizinan, serta langkah penanganan atas keluhan warga masih memerlukan keterangan dari manajemen dan bagian terkait PT RMK,” urai Faisal.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Muara Enim hadir dalam persoalan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tersebut tidak terus berlarut-larut tanpa penyelesaian. Warga menginginkan adanya langkah konkret untuk mengatasi persoalan debu, banjir, kondisi lahan perkebunan, serta perubahan lingkungan di sekitar Sungai Hande.
Selain itu, warga berharap adanya pembahasan mengenai kompensasi yang layak bagi masyarakat yang benar-benar mengalami kerugian akibat dampak yang dikeluhkan.
Mengingat Sungai Hande bermuara ke Sungai Lengi yang menjadi sumber air baku PDAM Gunung Megang, pemeriksaan kualitas air dan kondisi lingkungan oleh instansi berwenang juga dinilai penting untuk memastikan keamanan sumber air bagi masyarakat.
Hingga berita ini disusun, penjelasan lebih lanjut dari bagian Legal maupun manajemen PT RMK terkait perubahan kondisi Sungai Hande dan langkah konkret penyelesaian keluhan warga masih diperlukan.
Redaksi membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi manajemen PT RMK, bagian Legal perusahaan, serta instansi terkait guna memberikan penjelasan lebih lanjut agar persoalan ini dapat diketahui secara terang dan diberitakan secara berimbang.
Laporan : Eko M.




